Sistem ini yang Membuat Kita Sakit

Pernyataan Sekretariat IWA dalam Menanggapi Situasi Pandemi COVID-19

Di banyak negara, kini orang-orang dihadapkan dengan masalah kesehatan.yang sangat besar. Karena sifat sistem kapitalis dan penyalahgunaannya terhadap para kelas pekerja, banyak dari kita yang mungkin menjadi korban kelalaian dan penghinaan oleh kelas yang berkuasa – penyakit yang telah menimpa masyarakat kita dan hubungan sosial-ekonomi kita. Dalam situasi seperti ini, kita benar-benar harus saling bergantung demi menjaga kesehatan dan hidup kita.

Seksi-seksi International Workers’ Association telah menanggapi situasi lokal mereka dengan cara yang berbeda-beda. Sebagai pendukung pemogokan umum untuk melemahkan kekuatan mereka yang menindas dan menyiksa kita, kami melihat inilah waktu yang tepat bagi kelas pekerja di negara-negara tertentu untuk menggunakan alat perjuangan ini, untuk membela diri, untuk melindungi kesehatan mereka dan mempromosikan kekuatan aksi bersama melawan kuasa negara.

Serikat kami telah mengajukan beberapa tuntutan dan seruan untuk bertindak di tingkat lokal dan terlibat dalam beberapa perjuangan nyata di sejumlah tempat kerja. Di tingkat global, ada beberapa tuntutan yang perlu diperbanyak sebagai tanggapan terhadap pandemi saat ini.

1.      Semua pekerja yang telah dipaksa mengundurkan diri dari pekerjaan karena tindakan yang diambil oleh pemerintah atas keputusan bos, pengurangan ekonomik atau yang sedang sakit atau alasan lain berhak menerima upah cuti

Sebagian kelas pekerja di seluruh dunia nyaris tidak memenuhi dan tidak mampu untuk kehilangan penghasilan mereka. Mereka terancam menjadi korban lagi – korban tuan tanah dan kreditor. Beberapa pemerintah telah mengumumkan paket bantuan untuk bisnis, tetapi para elit jauh lebih murah hati kepada orang-orang yang bekerja.

Setelah pandemi mereda, kelas pekerja harus berjuang menjadikan upah cuti sebagai hak permanen bagi semua orang.

2.      Kami menganjurkan libur kerja segera (dengan upah cuti) untuk semua pekerja industri dan jasa di semua bidang yang terancam oleh penyebaran virus ini. Di mana para bos atau negara mengancam dan memaksa orang untuk terus bekerja terlepas dari risikonya, kami menyerukan kepada organisasi pemogokan, solidaritas, dan macam-macam bentuk aksi langsung lainnya. Kami membutuhkan solidaritas dan dukungan bersama untuk menunjukkan bahwa kami tidak akan bisa dihentikan.

3.      Kami menuntut kenaikan upah segera untuk semua pekerja medis (termasuk personel « non-medis » lainnya di pusat-pusat medis, seperti petugas kebersihan). Kenaikan upah ini bersifat permanen. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi banyak negara di dunia adalah kurangnya akses ke layanan kesehatan, yang disebabkan oleh kekurangan dana, karena pemerintah memutuskan untuk mengalihkan uang ke tempat lain, jauh dari kebutuhan manusia yang paling penting. Banyak pekerja medis yang diremehkan dan telah berjuang selama bertahun-tahun. Mereka dieksploitasi dan tidak dihargai setiap hari – namun kami mengharapkan dedikasi total mereka untuk menyelamatkan hidup orang lain dalam situasi seperti ini dan kadang-kadang berisiko besar bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri. Kita harus berjuang untuk memaksa Negara – yang kita anggap sebagai penjaga sementara dari uang pajak kita – untuk menjamin keamanan dan kesehatan penduduk dengan menyesuaikan kembali prioritas sosial. Lebih lanjut, IWA mengingatkan kelas pekerja bahwa Negara telah mengambil alih kekuaatan rakyat untuk memutuskan sesuatu sendiri dan biasanya bertindak terutama untuk kepentingan modal. Kita harus merebut kembali kuasa untuk memperkenalkan sistem sosial dan egaliter yang benar-benar menjaga semua anggota masyarakat kita secara bersama.

4.      Kami menuntut pembayaran bonus segera untuk semua pekerja lain yang dibutuhkan dalam berbagai fungsi yang masih sangat penting untuk menjaga semuanya berjalan lancar – dari kasir supermarket hingga penyedia, produsen dan pemasok makanan, dari pekerja sosial hingga pekerja sanitasi. Siapa pun yang bekerja dalam risiko yang meningkat dan masih bekerja sementara yang lain tinggal di rumah mereka berhak atas bantuan dan dukungan kami. Bila memungkinkan, kami juga meminta orang lain untuk membantu orang-orang ini dengan pekerjaan mereka, untuk memberi mereka istirahat dan untuk berbagi beban. Jika pekerja semacam itu dipaksa untuk bekerja dalam banyak jam ekstra karena situasi tersebut, mereka harus diberikan cuti ekstra saat mereka stabil.

Kami perlu menekankan bahwa banyak dari kategori pekerja ini, yang tanpanya kehidupan itu sendiri hampir tidak mungkin terjadi di pusat-pusat kota (seperti petani dan pekerja lain dalam rantai pasokan makanan) adalah di antara pekerja dengan upah terburuk di banyak negara. Kita harus agitasi dan berjuang untuk melegalkan nilai tenaga kerja dan menghilangkan kontradiksi besar dari logika kapitalis, yang gagal untuk memberikan kompensasi yang memadai bagi sebagian besar tenaga kerja yang mereka anggap hanya sebagai bagian yang dapat diganti, bukan sebagai anggota vital dari komunitas manusia kita.

5.      Kami menuntut akses gratis ke layanan kesehatan bagi semua yang mungkin terkena dampak krisis saat ini. Kita harus menjaga permintaan ini sebagai bidang perjuangan permanen.

6.      Kami menuntut bantuan darurat khusus untuk semua orang yang tidak memiliki atap di atas kepala mereka atau yang hidup dalam kondisi sanitasi yang buruk. Secara umum, tunawisma, dan berbagai bentuk pemindahan yang tragis menyebabkan banyak kematian dan penyakit setiap tahun, di atas kesengsaraan. Ini adalah masalah proporsi besar di tingkat dunia. Ini harus ditangani, khususnya dengan bantuan masyarakat dan perjuangan permanen melawan kelas mereka yang memiliki modal yang mengambil keuntungan dari akses mereka ke dan kepemilikan pribadi. Dunia juga telah menanggapi dengan buruk berbagai krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang dan bencana alam, membuat para korbannya dalam kondisi genting dan seringkali mengancam jiwa.

7.      Kami menuntut agar bahan pokok apa pun yang dibutuhkan oleh masyarakat disediakan, terutama jika orang tidak mampu membelinya. Uang pajak kita harus digunakan untuk memastikan bahwa bagian dari masyarakat yang rentan memiliki akses ke produk o bat-obatan higienis.



Ketujuh tuntutan ini adalah jumlah minimum yang perlu kita dorong, dan untuk membuat situasi sedikit lebih sehat pada akhirnya, kita perlu menekan untuk lebih banyak perlindungan sosial bagi masyarakat umum. Ini tidak boleh selalu menjadi hak istimewa para orang kaya.

Kelas pekerja akhirnya harus menyadari bahwa bukan negara atau bos yang membuat masyarakat tetap berjalan, tetapi para pekerja itu sendiri.

Pengeluaran yang kami tuntut, untuk memastikan berjalan dengan aman dan adil atau masyarakat secara keseluruhan, adalah uang pajak kita dan kita memiliki hak absolut untuk memutuskan masyarakat seperti apa yang ingin kita tinggali: masyarakat yang merawat orang tua, sakit, orang-orang yang kurang beruntung atau yang peduli untuk semua orang dan memperlakukan semua orang sebagai hal yang penting dan dengan rasa hormat. Negara, para bos dan yang lainnya yang hidup dari buruh atau pekerja tidak boleh diizinkan untuk menjalankan hal-hal seperti yang mereka miliki lagi. Terlalu banyak orang yang menjadi sakit oleh ini semua dan itu telah berlangsung bertahun-tahun. Cukup sudah!

Sistemnya sakit dan kita perlu menyembuhkannya.

Obat terbaik melawan penyakit yang menghancurkan populasi kita – dan kita tidak berbicara tentang Coronavirus sekarang – adalah bergotong royong dan bersolidaritas antar manusia.

Selama masa ini ketika banyak orang terpengaruh, kami telah menyaksikan berbagai aksi solidaritas yang dimulai dari bawah ke atas, kadang-kadang sangat diperlukan di mana sistem gagal melindungi anggota masyarakat kita yang rentan. Kami menyerukan kepada orang-orang untuk merangkul solidaritas dan menjadikannya bagian dari kehidupan mereka, tidak hanya pada saat-saat tragedi, tetapi juga sebagai sesuatu yang lumrah. Solidaritas membangun komunitas dan komunitas adalah sesuatu yang dapat membantu setiap perjuangan sosial untuk mendapatkan manfaat bagi semua orang.

Dari IWA, kami berharap semua kesehatan, keselamatan, dan kekuatan untuk para kelas pekerja dalam perjuangan dan tantangan yang mungkin Anda hadapi saat ini. Ingatlah bahwa solidaritas adalah senjata kita, senjata yang sangat berguna di saat-saat seperti ini. Kita semua perlu berorganisasi – tidak hanya untuk saat ini, tetapi untuk memperjuangkan dunia yang lebih baik bagi kita semua di masa mendatang.

COVID 19 – SOLIDARIDAD CON LAS TRABAJADORAS EN BANGLADESH

La pandemia de Covid19 es global y afectará a todos los países sin distinción.

Los países occidentales como España o Italia ya están fuertemente afectados, debido a la insuficiencia de la infraestructura médica o al número insuficiente de equipos de protección, como máscaras.

En los llamados países pobres, la situación es aún peor. A veces falta el mínimo básico, comenzando con el jabón, cuando sabemos que el primer gesto de barrera es lavarse las manos regularmente.

Compañeros de la sección de la AIT en Bangladesh, BASF-AIT, juntos con compañeros australianos, están lanzando una campaña de recaudación de fondos para comprar y distribuir jabón a las trabajadoras en las plantaciones de té en Shyllet. Se encuentran entre los más pobres y más explotados de Bangladesh, y a menudo sobreviven con menos de 2 euros al día para ellos y sus familias.

Las donaciones en Euro se pueden hacer en línea en la siguiente dirección:
https://www. gofundme.com/f/solidarite-bangladesh-basf

Para obtener más información sobre BASF-AIT, puede leer esta entrevista: BASF (BANGLADESH ANARCHOSYNDICALIST FEDERATION): cómo llegamos al anarcosindicalismo
http://blog.cnt-ait.info/post/2019/03/24/Bangladesh-es

descargar el PDF : BASF-COVID 19-ca

COVID 19 – SOLIDARITY WITH WORKING WOMEN IN BANGLADESH

The Covid19 pandemic is global and it will strike all countries without distinction.

Western countries such as France, Spain or Italy are already strongly impacted, due to the inadequacy of medical infrastructure or the insufficient number of protective equipment such as masks.

In so-called poor countries, the situation is even worse. Sometimes the basic minimum is missing, starting with soap, when we know that the first barrier is to wash your hands regularly.

Companions from the Bangladesh IWA section, BASF-AIT, are launching a fundraising campaign with Australian companions to buy and distribute soap to workers at the tea plantations in Shyllet. They are among the poorest and most exploited in Bangladesh, often surviving on less than 2 euros a day for themselves and their families.

Donations can be made online at the following address:
https://www.gofundme.com/f/solidarite-bangladesh-basf

To find out more about BASF-AIT, you can read this interview: BASF (BANGLADESH ANARCHOSYNDICALIST FEDERATION): HOW WE CAME TO ANARCHOSYNDICALISM
https://bangladeshasf.org/about/

Download PDF : BASF-COVID 19-en

COVID 19 – SOLIDARITE AVEC LES OUVRIERES DU BANGLADESH

La pandémie de Covid19 est mondiale et elle va frapper indistinctement tous les pays.

Les pays occidentaux tels que la France ou l’Italie sont déjà fortement impactés, dut fait de l’insuffisance des infrastructures médicales ou du nombre insuffisant de matériels de protections tels que les masques.

Dans les pays dit pauvres, la situation est encore pire. C’est parfois le minimum basique qui est absent, à commencer par le savon, alors qu’on sait que le premier geste barrière c’est de se laver les mains régulièrement.

Les compagnons de la section au Bangladesh de l’AIT, BASF-AIT, lancent avec les compagnons australien une campagne de collecte de fonds pour acheter puis distribuer du savon aux travailleuses des plantations de thé de Shyllet. Elles sont parmi les plus pauvres et les plus exploitées du Bangladesh, survivant souvent avec moins de 2 euros par jour pour elles et leurs familles.

Les dons peuvent être faits  en ligne à l’adresse suivante :
https://www.gofundme.com/f/solidarite-bangladesh-basf

Pour en savoir plus sur le BASF-AIT, vous pouvez lire cet interview : BASF (BANGLADESH ANARCHOSYNDICALIST FEDERATION) : COMMENT NOUS SOMMES VENUS A L’ANARCHOSYNDICALISME

http://blog.cnt-ait.info/post/2020/01/19/BASF

COVID-19 – বঙ্গদেশের কর্মীদের সাথে একাত্মতা

COVID-19 মহামারীটি বিশ্বব্যাপী এবং এটি সমস্ত দেশকে কোনও পার্থক্য ছাড়াই আঘাত করবে। ফ্রান্সের বা ইতালির মতো পশ্চিমা দেশগুলি ইতিমধ্যে চিকিত্সার অবকাঠামোর অপ্রতুলতা বা মুখোশের মতো সুরক্ষামূলক সরঞ্জামের অপর্যাপ্ত সংখ্যার কারণে ইতিমধ্যে দৃ strongly়ভাবে প্রভাবিত হয়েছে। তথাকথিত দরিদ্র দেশগুলিতে পরিস্থিতি আরও ভয়াবহ। কখনও কখনও মৌলিক সর্বনিম্নটি অনুপস্থিত থাকে, সাবান দিয়ে শুরু করে, যখন আমরা জানি যে প্রথম বাধা অঙ্গভঙ্গি হ’ল নিয়মিত আপনার হাত ধুয়ে নেওয়া। এআইটি বাংলাদেশ চ্যাপ্টার, বিএএসএফ-এআইটি-এর সহযোগীরা শেললে চা বাগানে শ্রমিকদের সাবান কিনতে ও বিতরণ করতে অস্ট্রেলিয়ান সহযোগীদের সাথে একটি তহবিল সংগ্রহ অভিযান শুরু করছে। এগুলি বাংলাদেশের দরিদ্রতম এবং সর্বাধিক শোষিতদের মধ্যে রয়েছে, তারা প্রায়শই নিজের এবং পরিবারের জন্য দিনে ২ ইউরোরও কম সময়ে বেঁচে থাকে। অনুদানগুলি নিম্নলিখিত ঠিকানায় অনলাইনে করা যেতে পারে:
https://www.gofundme.com/f/solidarite-bangladesh-basf বিএএসএফ-এইআইটি সম্পর্কে আরও সন্ধানের জন্য, আপনি এই সাক্ষাত্কারটি পড়তে পারেন: বিএএসএফ (বঙ্গদেশের গবেষণামূলক সংস্থা) https://bangladeshasf.org/about/

#CORONAVIRUSES, ENQUANTO OS POLÍTICOS ENROLAM, OS TRABALHADORES ESTÃO SOFRENDO!

Até o momento, diferentemente do que aconteceu com o H1N1 em 2009, muitos de nós, trabalhadores da saúde, não receberam nossa doação de máscaras de FFP2 necessárias para tratar pacientes.

Embora o Estado tenha dois meses para acumular reservas dessas proteções tão necessárias, parece que não fez nada.

Um médico explica: « Não apertar a mão de nossos pacientes é insuficiente, não nos protege da poluição do ar; é preciso entender que a escassez de máscaras de FFP2 pode levar rapidamente à escassez de cuidadores, devido à quarentena, com as consequências que isto implica. »

Obviamente, o governo escolheu suas decisões orçamentárias: por um lado, o Estado tem orçamento suficiente para organizar cúpulas, reuniões e até o Conselho Nacional de Defesa com a intenção de entreter e enganar as pessoas; por outro lado, o Estado deixa os trabalhadores da saúde desprotegidos.

ESCASSES DE MASCARAS FFP2 E FASE 3 DA EPIDEMIA #CORONAVIRUS

Como indicamos no último sábado, não existem estoques essenciais para a proteção dos trabalhadores, os Ministros da Saúde Buzyn e Veran mentiram para nós e ainda mentem para nós.

Os poucos milhões de máscaras a serem distribuídas são máscaras cirúrgicas que não protegem contra a contaminação.

A transição para a Fase 3 é o encaminhamento de pacientes com coronavírus para fora do hospital que serão atingidos pela cidade.

Médicos e enfermeiros terão que trabalhar desprotegidos com pacientes hiper-contagiosos, o direito à auto-exclusão do trabalho devido ao risco à saúde é eticamente impossível para eles.

Para os políticos que dirigem as administrações, que estabelecem padrões tão absurdos quanto inúteis, temos apenas uma palavra a dizer: seus bastardos!

Por outro lado, as reservas de balas de borracha e granadas de choque, que foram usadas por milhares de milhares contra os coletes amarelos, estão cheias …

Em junho de 2019, o governo francês conseguiu antecipar a tempo de encomendar 25 milhões de cartuchos de espingarda de assalto e 40.000 granadas de choque, a serem entregues no início de 2020.

Obviamente, o estado não tem as mesmas prioridades que a população. Outros trabalhadores em transportes públicos, hipermercados, etc. eles devem pedir aos seus empregadores intervalos horários totalmente pagos para lavar as mãos, gel hidro alcoólico, se necessário, e máscaras ou exercícios adequados ou seu direito à exclusão voluntária do trabalho para não se contaminar.

DIREITO À EXCLUSÃO VOLUNTÁRIA DO TRABALHO CONTRA UM PERIGO SÉRIO
A ausência de equipamentos de proteção coletiva ou individual legitima o recurso ao direito dos funcionários de optar por não participar:

O artigo L4131-1 do Código do Trabalho francês estipula que
« O trabalhador alerta imediatamente o empregador sobre qualquer situação de trabalho em que tenha motivos razoáveis para acreditar que ele representa um perigo sério e iminente à sua vida ou saúde e a qualquer defeito encontrado nos sistemas de proteção. Ele pode se retirar dessa situação. .

O empregador não pode pedir ao trabalhador, que exerceu seu direito de rescisão, que retome sua atividade em uma situação de trabalho em que persista um perigo grave e iminente, resultado em particular de um sistema de proteção defeituoso. « 

Trabalhadores da Saúde da CNT-AIT na França (Associação Internacional dos Trabalhadores)

contact@cnt-ait.info http://cnt-ait.info FB: @ chats.noirs.turbulents / @ cnt.ait.toulouse

Lista de discussão: http://liste.cnt-ait.info

Apoio COB/AIT Brasil

Koronavirüs: Politikacılar Dedikodu Yaparken İşçiler Acı Çekiyor – CNT-AIT

Fransa’da örgütlü CNT-AIT Sağlık Çalışanları’nın 6 Mart 2020 tarihli yazısı

Bugüne kadar, 2009 yılında H1N1 ile olanlardan farklı olarak, pek çok sağlık çalışanı, hastaları tedavi etmek için gerekli olan FFP2 maskelerimizi almadık. Devletin bu çok ihtiyaç duyulan tedbirin rezervlerini oluşturmak için iki ayı varken, hiçbir şey yapmadığı anlaşılıyor. Bir pratisyen şöyle açıklıyor: “Hastalarımızla el sıkışmak yeterli değil, bu bizi hava yoluyla kontaminasyondan koruyamayacak. FFP2 maskelerinin yetersizliğinin hızla bakıcıların karantinaya alınması ile beraber, bakıcı yetersizliğine yol açabileceği anlaşılmalıdır. “ Görünen, bütçeyle ilgili tercihler yapıldı; bir yandan devletin zirveler, toplantılar ve hatta insanları yönlendirmek ve aldatmak için tasarlanmış bir Devlet Ulusal Güvenlik Konseyi için yeterli bütçesi varken, öte yandan devlet sağlık çalışanlarını korumasız bırakıyor.

FFP2 MASKESİ AÇIĞI ve #KORONAVİRÜS SALGINININ 3. AŞAMASI

Geçen Cumartesi belirttiğimiz gibi, işçilerin korunması için gerekli stoklar mevcut değil, Sağlık Bakanları Buzyn ve Veran bize yalan söylediler ve hala yalan söylüyorlar. Dağıtılacak birkaç milyon maske, kontaminasyona karşı koruma sağlamayan cerrahi maskelerdir. 3. Aşamaya geçiş, koronavirüs hastalarının hastaneden çıkartılmasını ifade ediyor ve bu şehre doğru yayılmaları anlamına geliyor. Doktorlar ve hemşireler aşırı bulaşıcı hastalarla korunmasız çalışmak zorunda kalacaklar, hastaları tedavi etmeyi reddetme hakkı onlar için etik olarak imkansız.
Kurumları yöneten, işe yaramaz oldukları kadar saçma olan standartları belirleyen politikacılara söyleyecek tek bir sözümüz var: Piçler! Öte yandan, stoklar Sarı Yeleklere binlerce defa karşı kullanılan plastik mermi ve gaz bombalarıyla dolu… 16 Haziran 2019’da Fransız hükümeti, 2020’nin başlarında teslim edilmek üzere eylemlere karşı kullanılacak 25 milyon saldırı tüfeği fişeği ve 40.000 gaz bombası siparişi vermek için yeterli zamanı harcayabildi. Belli ki, devletin toplumla öncelikleri aynı değil. Toplu taşımada, hipermarketlerde vb. işlerde çalışanlar, iş verenlerinden ellerini yıkamak için ücretlerinden kesinti yapılmaksızın molalar verilmesini, gerekirse dezenfektan jel ve uygun maskeler temin edilmesini talep etmeli, aksi taktirde çalışmayı durdurmalılar.

İŞ DURDURMA HAKKI

Kolektif veya bireysel koruyucu ekipmanın bulunmaması halinde, çalışanların iş durdurma hakları bulunmaktadır: Fransız iş kanununun L4131-1 maddesi, “İşçi, hayatı veya sağlığı için ciddi ve yakın bir tehlike arz ettiğine ve koruma sistemlerinde herhangi bir kusur bulunduğuna inanması için makul gerekçelere sahip olduğu herhangi bir çalışma durumuna işvereni derhal uyarır. [Tehlike oluşturan] böyle bir durumdan uzaklaşabilir.
İşveren, uzaklaşma hakkından yararlanan işçiden, özellikle kusurlu bir koruma sisteminden kaynaklanan ciddi ve yakın bir tehlikenin devam ettiği bir çalışma durumunda faaliyetine devam etmesini isteyemez. “

CNT-AIT Sağlık Çalışanları

Kaynak: #Coronavırus: Whıle Polıtıcıans Chıtchat, Workers Are Sufferıng!

Çeviri: Yeryüzü Postası

http://www.yeryuzupostasi.org/2020/03/13/koronavirus-politikacilar-dedikodu-yaparken-isciler-zarar-goruyor-cnt-ait/

Aufruf zum Solidaritätsstreik gegen CoV-19

„Klassensolidarität bedeutet zu vermeiden, dass unsere Kolleg*innen, dass unsere Nachbar*innen, unsere Familien kontaminiert sind. Man muss also die Arbeitsplätze verlassen, die Arbeit verlassen, sei es durch Zurückbehaltung der Arbeit oder durch Streik.“

Coronavirus: Wenn Politiker*innen labern, müssen Arbeiter*innen leiden!

Die französische Basisgewerkschaft CNT-IAA hat zur aktuellen Coronavirus-KriseFolgendes veröffentlicht:

Anders als bei H1N1 [„Schweinegrippe“-Pandemie] im Jahr 2009 haben viele Kolleg*innen im Gesundheitswesen bisher keine FFP2-Masken erhalten, die sie zur Versorgung der Patient*innen benötigen. Der Staat hatte zwar zwei Monate Zeit, um Vorräte für diese unverzichtbaren Schutzmaßnahmen anzulegen, aber offenbar hat er nichts unternommen. Ein Arzt sagte dazu:

„Unseren Patient*innen nicht die Hand zu geben, reicht nicht aus. Es schützt uns nicht vor Luftverunreinigung. Es muss deutlich gemacht werden, dass der Mangel an FFP2-Masken schnell zu einem Mangel an Pflegepersonal führen kann, wenn sie unter Quarantäne gestellt werden müssen – mit allen damit verbundenen Konsequenzen.“

Es sind also klare Haushaltsentscheidungen getroffen worden: Einerseits bezahlen wir für die ganzen politischen Gipfeltreffen, Konferenzen und Kriegsräte, die theatralisch in Szene gesetzt werden. Andererseits werden aber die Arbeiter*innen im Gesundheitswesen ohne Schutz gelassen.

Verknappung von FFP2-Masken – Dritte Phase der Coronavirus-Epidemie

Wie wir bereits zuvor angedeutet haben, gibt es die für den Schutz der Arbeiter*innen unerlässlichen Bestände leider nicht. Die Minister Buzyn und Veran haben uns angelogen und tun dies weiterhin. Bei den paar Millionen Masken, die verteilt wurden, handelt es sich lediglich um chirurgische Masken, die nicht vor Ansteckung schützen. Der Beginn von Phase 3 ist die Verlegung von Coronavirus-Patient*innen vom Krankenhaus in die Stadt. Ärzt*innen und Krankenpfleger*innen werden also ungeschützt mit hochgradig ansteckenden Patient*innen arbeiten müssen. Ein Recht auf Arbeitsverweigerung ist für sie jedoch ethisch unmöglich.

Die leitenden Verwaltungspolitiker*innen, die uns ebenso absurde, wie unnütze Regeln vorgeben, können wir nur als „Schweinehunde“ bezeichnen! Sie haben reichlich Vorräte an LBD-Gummigeschossen und (Tränengas)Granaten. Und die Regierung hatte am 16. Juni 2019 anscheind noch genügend Zeit, um 25 Millionen Patronen für Sturmgewehre und 40 000 Sprenggranaten zu bestellen. Offensichtlich hat der Staat nicht dieselben Sorgen, wie die Bevölkerung.

Alle Arbeiter*innen, vor allem im öffentlichen Nahverkehr oder in Supermärkten, müssen jetzt also von ihren Arbeitgeber*innen stündliche Pausen einfordern, um sich die Hände zu waschen oder mit Desinfektionsgel zu reinigen. Falls ihnen dies nicht gewährt wird, sollten sie von ihrem Recht auf Zurückbehaltung ihrer Arbeitskraft Gebrauch machen.

Recht auf Zurückbehaltung der Arbeitskraft

Ein Mangel an gemeinsamer oder persönlicher Schutzausrüstung ermöglicht nämlich das Recht auf den Rückzug der Arbeitsbereitschaft, wie im Artikel L4131-1 des französischen Arbeitsgesetzbuchs festgelegt:

„Der Arbeitnehmer hat den Arbeitgeber unverzüglich über jede Arbeitssituation zu unterrichten, bei der er berechtigten Grund zu der Annahme hat, dass sie eine ernste und unmittelbare Gefahr für sein Leben oder seine Gesundheit darstellt, sowie über jeden Mangel, den er in den Schutzsystemen feststellt. Er darf sich aus einer solchen Situation zurückziehen. Der Arbeitgeber darf von einem Arbeitnehmer, der von seinem Widerrufsrecht Gebrauch gemacht hat, nicht verlangen, dass er seine Tätigkeit in einer Arbeitssituation wieder aufnimmt, in der noch immer eine ernste und unmittelbare Gefahr besteht, die insbesondere aus einem Mangel des Schutzsystems resultiert.“ [1]

Aktivist*innen der CNT-IAA

Quelle: http://blog.cnt-ait.info/post/2020/03/06/CORONAVIRUS

Übersetzung: ASN Köln, https://asnkoeln.blackblogs.org (CC:BY-NC)

[1] vgl. im deutschen Recht: §273 BGB, sowie BAG, Urteil vom 13.03.2008, Az.: 2 AZR 88/07

Dünyadan Anarşist Kadınların 8 Mart için Dayanışma Mesajları

Gasp edilen haklarımız hiçbir hükümet tarafından verilmeyecek. Sokaklardan, bölgelerden ve sınıflardan kadınların örgütlülüğüyle ve mücadelesiyle kazanacağız.

Bütünleşik Cinsel Eğitim İçin!

Kürtaj hakkı için!

Kadınlara şiddetsiz bir yaşam itibarı için!

Yaşasın kadınların uluslararası günü!

Nos droits ne seront accordés par aucun gouvernement. Nous les gagnerons dans les rues, les régions et dans notre classes avec l’organisation et la lutte des femmes.

Pour une éducation sexuelle intégrée!

Pour le droit à l’avortement!

Pour le droit à une vie non violente pour les femmes!

Vive la journée internationale des femmes!

(d’après le journal anarchiste turc Meydan https://meydan.org/2020/03/07/dunyadan-anarsist-kadinlarin-8-mart-icin-dayanisma-mesajlari/)

Coronavirus: Wenn Politiker*innen labern, müssen Arbeiter*innen leiden!

Die französische Basisgewerkschaft CNT-IAA hat zur aktuellen Coronavirus-KriseFolgendes veröffentlicht:

Anders als bei H1N1 [„Schweinegrippe“-Pandemie] im Jahr 2009 haben viele Kolleg*innen im Gesundheitswesen bisher keine FFP2-Masken erhalten, die sie zur Versorgung der Patient*innen benötigen. Der Staat hatte zwar zwei Monate Zeit, um Vorräte für diese unverzichtbaren Schutzmaßnahmen anzulegen, aber offenbar hat er nichts unternommen. Ein Arzt sagte dazu:

„Unseren Patient*innen nicht die Hand zu geben, reicht nicht aus. Es schützt uns nicht vor Luftverunreinigung. Es muss deutlich gemacht werden, dass der Mangel an FFP2-Masken schnell zu einem Mangel an Pflegepersonal führen kann, wenn sie unter Quarantäne gestellt werden müssen – mit allen damit verbundenen Konsequenzen.“

Es sind also klare Haushaltsentscheidungen getroffen worden: Einerseits bezahlen wir für die ganzen politischen Gipfeltreffen, Konferenzen und Kriegsräte, die theatralisch in Szene gesetzt werden. Andererseits werden aber die Arbeiter*innen im Gesundheitswesen ohne Schutz gelassen.

Verknappung von FFP2-Masken – Dritte Phase der Coronavirus-Epidemie

Wie wir bereits zuvor angedeutet haben, gibt es die für den Schutz der Arbeiter*innen unerlässlichen Bestände leider nicht. Die Minister Buzyn und Veran haben uns angelogen und tun dies weiterhin. Bei den paar Millionen Masken, die verteilt wurden, handelt es sich lediglich um chirurgische Masken, die nicht vor Ansteckung schützen. Der Beginn von Phase 3 ist die Verlegung von Coronavirus-Patient*innen vom Krankenhaus in die Stadt. Ärzt*innen und Krankenpfleger*innen werden also ungeschützt mit hochgradig ansteckenden Patient*innen arbeiten müssen. Ein Recht auf Arbeitsverweigerung ist für sie jedoch ethisch unmöglich.
Die leitenden Verwaltungspolitiker*innen, die uns ebenso absurde, wie unnütze Regeln vorgeben, können wir nur als „Schweinehunde“ bezeichnen! Sie haben reichlich Vorräte an LBD-Gummigeschossen und (Tränengas)Granaten. Und die Regierung hatte am 16. Juni 2019 anscheind noch genügend Zeit, um 25 Millionen Patronen für Sturmgewehre und 40 000 Sprenggranaten zu bestellen. Offensichtlich hat der Staat nicht dieselben Sorgen, wie die Bevölkerung.
Alle Arbeiter*innen, vor allem im öffentlichen Nahverkehr oder in Supermärkten, müssen jetzt also von ihren Arbeitgeber*innen stündliche Pausen einfordern, um sich die Hände zu waschen oder mit Desinfektionsgel zu reinigen. Falls ihnen dies nicht gewährt wird, sollten sie von ihrem Recht auf Zurückbehaltung ihrer Arbeitskraft Gebrauch machen.

Recht auf Zurückbehaltung der Arbeitskraft

Ein Mangel an gemeinsamer oder persönlicher Schutzausrüstung ermöglicht nämlich das Recht auf den Rückzug der Arbeitsbereitschaft, wie im Artikel L4131-1 des französischen Arbeitsgesetzbuchs festgelegt:
„Der Arbeitnehmer hat den Arbeitgeber unverzüglich über jede Arbeitssituation zu unterrichten, bei der er berechtigten Grund zu der Annahme hat, dass sie eine ernste und unmittelbare Gefahr für sein Leben oder seine Gesundheit darstellt, sowie über jeden Mangel, den er in den Schutzsystemen feststellt. Er darf sich aus einer solchen Situation zurückziehen. Der Arbeitgeber darf von einem Arbeitnehmer, der von seinem Widerrufsrecht Gebrauch gemacht hat, nicht verlangen, dass er seine Tätigkeit in einer Arbeitssituation wieder aufnimmt, in der noch immer eine ernste und unmittelbare Gefahr besteht, die insbesondere aus einem Mangel des Schutzsystems resultiert.“ [1]

Aktivist*innen der CNT-IAA

Quelle: http://blog.cnt-ait.info/post/2020/03/06/CORO  https://asnkoeln.blackblogs.org (CC:BY-NC)
[1] vgl. im deutschen Recht: §273 BGB, sowie BAG, Urteil vom 13.03.2008, Az.: 2 AZR 88/07